TANTANGAN DAN DAMPAK PUTUS PAKAI KONTRASEPSI TERHADAP PENCAPAIAN TARGET KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA

Authors

  • Rizky Surya Triadi Perencana Ahli Muda pada Biro Perencanaan - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

DOI:

https://doi.org/10.37306/b6qp6r93

Keywords:

Keluarga Berencana (KB), Putus Pakai Kontrasepsi, Peningkatan Akses

Abstract

Keluarga Berencana (KB) telah menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan di Indonesia. Meskipun ada peningkatan akses dan kesadaran tentang kontrasepsi, tantangan seperti putus pakai kontrasepsi tetap signifikan. Ini merujuk pada penghentian penggunaan kontrasepsi, dapat disebabkan oleh berbagai alasan seperti keinginan untuk memiliki anak atau perubahan keadaan hidup. Tantangan ini kompleks, meliputi kurangnya informasi, perubahan preferensi, dan stigma budaya. Dampaknya sangat luas, termasuk risiko kehamilan tidak diinginkan, kematian ibu dan bayi, serta peningkatan stres psikologis dan beban ekonomi keluarga.

Solusi membutuhkan upaya lintas sektoral. Peningkatan akses informasi dan layanan kesehatan reproduksi adalah kunci. Kampanye agresif melalui berbagai media dan kegiatan langsung di komunitas, serta peran petugas KB dan kader KB dalam pendampingan peserta KB, penting untuk meningkatkan pemahaman dan ketersediaan kontrasepsi. Pemerintah juga harus memastikan akses yang lebih baik ke layanan keluarga berencana dan memperkuat pelayanan kesehatan reproduksi.

Dengan pendekatan terkoordinasi, pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif, dan penguatan sistem layanan kesehatan, tantangan putus pakai kontrasepsi dapat diatasi. Ini merupakan langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2015). Access to Contraception. https://www.acog.org/-/media/project/acog/acogorg/clinical/files/committee-opinion/articles/2015/01/access-to-contraception.pdf

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2022). Laporan Penghitungan Indikator Kinerja Utama (IKU) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2022.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2021). Indonesia Population Projection 2020-2045.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2019). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: BKKBN.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Penduduk Indonesia 2020. https://www.bps.go.id/publication/2021/02/26/6a5ebe1b5b8edc1c750f3b15/statistik-penduduk-indonesia-2020.html

Bongaarts, J., & Casterline, J. (2013). Fertility transition: Is sub-Saharan Africa different? Population and Development Review, 38(Suppl 1), 153–168.

Cleland, J., Conde-Agudelo, A., Peterson, H., Ross, J., & Tsui, A. (2012). Contraception and Health. The Lancet, 380(9837), 149–156.

Cleland, J., & Sinding, S. (2017). The step change in the evolution of family planning: the contribution of social science. Global Public Health, 12(5), 528–538.

Cleland, J., Harbison, S., & Shah, I. H. (2014). Unmet Need for Contraception: Issues and Challenges. Studies in Family Planning, 45(2), 105–122.

Family Planning 2020. (2017). FP2020: Catalyzing Collaboration 2016-2017. Retrieved from http://progress.familyplanning2020.org/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016.

Population Reference Bureau. (2021). Family Planning and Reproductive Health Indicators Database. Retrieved from https://www.prb.org/data/

Samosir, Omas B., Ayke S. Kiting, and Flora Aninditya. 2019. Determinants of Contraceptive Discontinuation in Indonesia: Further Analysis of the 2017 Demographic and Health Survey. DHS Working Paper No. 159. Rockville, Maryland, USA: ICF.

Smith, J., et al. (2020). "Addressing Contraceptive Discontinuation in Indonesia: Insights from a Community-Based Qualitative Study." Journal of Reproductive Health, 17(1), 28-41.

Titaley, C. R., Dibley, M. J., Roberts, C. L., & Hall, J. (2012). Factors associated with non-utilisation of postnatal care services in Indonesia. Journal of Epidemiology and Community Health, 66(1), 21–27.

Lundsberg, L. S., Pal, L., Gariepy, A. M., Xu, X., Chu, M. C., & Illuzzi, J. L. (2017). Knowledge, attitudes, and practices regarding conception and fertility: a population-based survey among reproductive-age United States women. Fertility and Sterility, 108(3), 502–511.

United Nations. (2015). Sustainable Development Goals: Goal 3 - Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. Retrieved from https://sustainabledevelopment.un.org/sdg3

United Nations Population Fund (UNFPA). (2020). Programme of Action of the International Conference on Population and Development. Retrieved from https://www.unfpa.org/sites/default/files/event-pdf/PoA_en.pdf

Williamson, L. M., Parkes, A., Wight, D., Petticrew, M., & Hart, G. J. (2009). Limits to modern contraceptive use among young women in developing countries: a systematic review of qualitative research. Reproductive Health, 6(1), 3.

World Health Organization. (2019). Family planning/Contraception. Retrieved from https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/family-planning-contraception

Downloads

Published

02-11-2024

How to Cite

TANTANGAN DAN DAMPAK PUTUS PAKAI KONTRASEPSI TERHADAP PENCAPAIAN TARGET KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA. (2024). Jurnal Keluarga Berencana, 14-27. https://doi.org/10.37306/b6qp6r93